#FollowMe, #SelapanDinaNulisFun

Tampilkan postingan dengan label #7HarimenulisSurat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #7HarimenulisSurat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Agustus 2014

Kepadamu yang Menunggu (3)



Kepadamu yang Menunggu (3)

Rindu kita tidak akan bertemu. Kamu akan selamanya menunggu. Sudahlah lupakan aku. Buang jauh rindumu. Aku memang hanya mengujimu. Lupakan pesan rindu di suratku. 

Aku tahu begitu besar rindumu padaku. Itu menakutkan. Kamu akan mengekangku dengan perasaanmu itu.

Rindumu terlalu besar, itu bisa membunuhku, membunuhmu juga.
Ini asumsi yang diperas oleh intuisiku.


Bakarlah surat-suratku, lemparkan rindumu pada bara hingga jadi abu.

Maafkan aku, rinduku bukan untukmu.

Kepadamu yang Menunggu (2)



Kepadamu yang Menunggu (2)

Masih mau menungguku?

Sudah kukatakan bahwa aku tidak sedang mengujimu. Aku hanya ingin memperkuat rasa rindu antara kamu dan aku.

Percuma kalau kita mengulang perjumpaan menjadi sebuah rumus. Itu alasanku untuk tidak segera berjumpa denganmu. Meski dua tangan ini serasa ingin memelukmu, tapi kurelakan hanya desah keresahan yang lewat tanpamu.

Esok kita akan berjumpa

Siapkan hatimu untuk menerimaku. Jangan patahkan penasaranmu. Percaya saja bahwa rindu adalah rindu. Dia akan tetap membesar kalau dari kita saling bersabar.  

Kepadamu yang Menunggu (1)



Kepadamu yang Menunggu (1)

Maaf membiarkanmu menunggu. Mencintaiku berarti kamu harus punya kata ‘menunggu’ dalam perbendaharaan kamus pengejaranmu.
Aku tidak sedang mengujimu. Aku sedang merawat apa yang dinamakan rindu. Bukankah menunggu adalah penghubung dari segala soal sebelum rasa kita menyatu.
Tunggulah barang sehari. Aku akan kembali mengirimkanmu pesan kangen.