Sabtu, 07 Juni 2014

Wajah-wajah


Apa yang kalian lihat dari wajah-wajah di atas?
Aku melihat mereka tersenyum melihat masa yang akan datang.
Ada yang melihat masa depannya diisi dengan melayani pasien. Meski menunduk anak ini punya cita-cita yang terpatri jelasdi jiwanya, bergelutdi dunia film.
Ada tawa seseorang disana yang melihat dirinya menjadi seorang public relations yang jagoan.Adapula yang tersenyum lepas karena dunia usaha baru saja digelutinya. Ada mata bersinar yang menyatakan dirinya akan menjadi seorang peneliti.
Mata dan senyuman yang muncul, ada yang memancarkan kegairahan untuk menjadi seorang wartawan, seorang penulis,dosen, ilmuwan, profesional.
Adapula mata dan senyum hijau dari anak-anak muda yang belum menentukan masa depannya akan menjadi apa.Namun saya percaya apapun itu, mereka akan mendengarkan lentara jiwanya.
 

Jumat, 06 Juni 2014

Masa Lalu adalah Catatan Waktu




SEORANG kawan bercerita. Dia bertemu dengan seseorang yang memiliki daya linuwih atau sebuat saja punya indera keenam. Orang tersebut mengatakan sesuatu kepada kawanku, kira-kira begini. "Sudahlah, terima masa lalumu. Dengan begitu kamu bisa melangkah maju."

Aku memandang mata kawanku. Meraba, kira-kira apa masa lalu yang membelenggunya. "Aku mengalami ketidakrelaan ketika nenekku meninggal beberapa tahun lalu. Sejak kecil aku sangat dekat dengan kedua
kakek-nenekku. Sangat dekat, sampai-sampai meski rumah orangtuaku tidak begitu jauh, namun aku memilih tinggal di rumah nenek."

Sampai sekarang kawan ini, masih tinggal di rumah neneknya, sendirian. Tidak juga sendirian, karena ada sekitar 30 kamar kos, meski tidak semuanya terisi. Namun, diakuinya setiap mengingat masa-masa lalu bersama kakek neneknya, ia seperti tidak   bisa move on. Mungkin itu yang terbaca oleh mata batin orang yang memiliki kemampuan supranatural itu.

Seringkali bahwa masa lalu justru menjadi belenggu. Itu juga alami. Salah satu yang sampaikan pada anak-anak di komunitasku adalah kemauan untuk berdamai dengan diri sendiri. Kemauan untuk menerima apa yang telah terjadi. Masa lalu adalah masa lalu yang akan menguatkan cerita masa depan. Masa lalu adalah catatan waktu. Menjadi buku sejarah sekaligus buku mengenal waktu. Satu kunci yang tak boleh di lepas tentang waktu adalah IKHLAS.

Kamis, 05 Juni 2014

Toilet!!!


SEDIKIT cerita tentang toilet, kloset atau water kloset (WC). Sedikit loh ya, karena sebenarnya ada banyak cerita tentang toilet. Cerita pertama soal ganti nama karena toilet.

Di kampung halaman, hampir tidak ada warga yang punya toilet kecuali keluarga kami. Di bawah pohon, pinggir sungai kecil atau kolam selalu menjadi pilihan warga untuk buang hajat waktu itu. Meski rumah kami memiliki toilet jongkok, kolam di belakang rumah selalu jadi pilihan. Alasannya, saya dan kedua perempuan bisa menyaksikan atraksi gurameh, lele atau tawes yang menari sementara kami jongkok.

Meski berkali-kali jatuh ke kolam tersebut, kami tetap asyik mekong di kolam itu. Sampai suatu hari, si bungsu, jatuh dan tidak langsung ditolong. Kondisinya pucat seperti warna mayat. Akhirnya orangtua dan kerabat sepakat, ganti nama! Entahlah, kenapa waktu itu bukan kolamnya yang ditutup, tapi justru kami yang diganti namanya. Mungkin karena kasihan, nanti kalau ditutup ikan-ikan disana tidak bisa mendapat berkah, hueeeek!

Jadilah rencana ganti nama itu dilaksanakan. Keluarga menyelenggarakan kenduri, mengundang orang sekampung. Agendanya, mengumumkan nama baru kami bertiga. Tiga nama disiapkan, saya mendapat nama baru Langgeng, adik nomor dua Rahayu, yang ragil, lupa mmm saya lupa nama barunya ketika itu.
Emm lupa, iya lupa, karena memang nama itu tidak kami gunakan. Gara-garanya adalah aksi kami di malam kenduri.

Sementara warga kampung tengah berdoa, kami mengurung diri di kamar. Sementara rapal doa terdengar, kami juga memperdengarkan suara gedebak-gedebuk di dalam kamar, memukul-mukul pintu kamar, meja dan apapun yang bisa keluar bunyi. Orangtua kamipun mengetuk. Mereka sebenarnya sudah tahu kami tidak terima nama asli diganti. Undangan tidak mungkin ditarik lagi, meski itu juga disampaikan menggunakan Toa melalui langgar tak jauh dari rumah kami.

Aksi kami bertiga benar-benar membuat ayah marah. Kalau tidak dibuka, ia mengancam pintu akan didobrak. Akhirnyalah aksi demonstrasi bertiga diakhiri. Rekonsiliasi, nama kami tidak akan diganti, nama yang diberi tak lebih dari paraban atau julukan. Namun, esok paginya, teman-teman sekolah sudah memanggil kami dengan nama baru. Rupanya orangtua mereka bercerita kalau nama kami sudah ganti...uuuuuuh. Untungnya itu cuma sementara.

Cerita toilet yang kedua, keluarga kami pernah mendapat rejeki, setiap hari raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Paskah mendapat kiriman aneka produk mie instan, kalender dan kaos dari salah seorang direktur di sebuah perusahaan mie instan.

Bertahun-tahun, sampai direktur itu pensiun dari jabatannya. Ceritanya tidak lepas dari toilet..tidak kalah dahsyat dan mengharu biru. Sungguh. Mmm...tadi saya bilang ceritanya sedikit ya, ya sudah dilanjut kapan-kapan lagi.

Rabu, 04 Juni 2014

#Kehilanganlagi




#Kehilanganlagi
Balungku koyo dilolosi, dilepas satu persatu begitu karyawan konter hp itu megatakan bahwa hpku tidak bisa diperbaiki lagi. Kilatan ingatan akan catatan-catatan di dalam Hp itu seperti sebuah pecutan perih, sinopsis skenario, puisi, cerpen, ide-ide kreatif , bahkan password  beberapa email atau sekadar kumpulan rayuan gombal tak ada harapan untuk kembali.
Entah sudah berapa kali aku merasaka kehilangan seperti ini. Bahkan HPku yang sebelumnya bukan hanya datanya yang hilang, tapi juga fisiknya menguap entah kemana.  Seingatku HP yang hilang sekitar setahun lalu itu,  aku baru saja menulis status “Urip kui mung mampir ngguyu”.  Ya akhirnya memang aku harus tertawa kecut.
 Kali ini seluruh data di HP terancam hilang. Begitu jug HP terancam tidak bisa digunakan. Mencoba mencari pembenaran akan kehilangan kali ini, namun tetap saja namanya kehilangan. Yang muncul justru perasaan tidak rela sambil merutuki kebodohan yang sudah dilakukan. Kenapa data belum dipindah? Kenapa menyimpan password di HP? Kenapa ide-ide brilian tak disalin? Kenapa..kenapa ..kenapa teledor sampai HP nyemplung di ember. Pertanyaan yang kalaupun dijawab tidak mampu menyelesaikan persoaln.
Kehilangan seperti sudah memiliki rumus baku.  Kaget, gelisah, kemudian mencoba melupakan. Tak mudah memang, namanya juga kehilangan. Tak seperih saat kehilanganmu sih. Tapi tapi..tapi oh dataku hilang semuaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Selasa, 03 Juni 2014

Aku Aneh!


Aku Aneh!

3 Juni 2014
Aku tidak bisa olahraga!
tadi di sekolah aku kembali menjadi bulan-bulanan guru olahragaku.
Badanku tinggi, proporsional untuk seorang gadis remaja.
Namun meski terlihat atletis, olahraga adalah pelajaran yang aku benci.
Basket, voli, lari, tidak pernah satupun aku dipuji.
Menyakitkan ketika guru mengatakan, badan tinggi tapi tidak bisa apa-apa.
Uhhhh.....aku melihat tatapan kawan-kawanku seperti menghakimi, menarik tapi kopong!

Aku dipandang aneh, mungkin karena cara berpikirku. Ketika teman-teman sekolah lebih tertarik nongkrong di mall aku justru lebih memilih ke toko buku, nonton pameran lukisan, menikmati teater dan aktivitas seni lainnya. Aku dipandang aneh, karena justru tertarik membicarakan hal di sekolah dibanding membicarakan isi pelajaran hari ini. Aku dipandang aneh oleh pacarku, karena mengajaknya bolos sekolah. Sesuatu yang tidak mungkin dia lakukan. Aku dipandang aneh karena bekerja menjadi volunteer tanpa berpikir mendapat bayaran atau tidak. Aku anehhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!

Menurutku
Karena keanehanku aku tidak bisa olahraga..
aku tidak bisa punya nilai bagus...
aku tidak bisa
aku tidak bisa
aku tidak bisa.....

Cerita di atas, adalah cerita seorang remaja ketika berbincang sore di sofa kantor.
Cerita hampir serupa bukan kali ini saja aku dengar. Entah sudah berapa kali yang mengeluh, tentang dirinya yang merasa aneh di lingkungannya, terutama di sekolah. Entah berapa kali remaja yang membenci dirinya sendiri karena merasa cara berpikirnya berbeda dengan yang lain.

Merasa dirinya aneh.

Kukatakan padamu.
Aneh sepertimu itu istimewa.
Kamu kaya karena suka membaca.
Kamu punya citarasa tinggi karena kamu suka seni.
Kamu cerdas karena melihat ilmu bukan hanya di bangku.
Kamu cantik karena kamu peduli.
Kamu belajar karena kamu tidak mengejar materi.
Kamu adalah cerita masa depan yang disemai tahun-tahun ini.
Bergembiralah dengan keanehanmu.
Buktikan pada dirimu sendiri bukan pada kesombongan mereka.
Bahwa kamu aneh dan kamu BISA!

Senin, 02 Juni 2014

Melangkah



Bandara Soekarno – Hatta, 30 menit sebelum keberangkatan.

Tentang kemauan untuk melangkah, bukan hal yang sederhana dan bukan sesuatu yang sulit sebenarnya. Hanya ketika satu kaki melangkah maka siapkah
satu kaki kita yang lain juga terangkat untuk membuat langkah lagi?
Melangkah berarti mengubah posisi nyaman sebelumnya. Ada banyak pertanyaan yang muncul ketika akan melangkah. Akan ada banyak persepsi tentang solusi . Semua terjawab saat ide menjadi aksi.



Minggu, 01 Juni 2014

Siap



#Selapandinanulisfun

22.21
Obrolan dari pagi hingga malam. Mulai dari media sosial, perang dunia maya, dukungan pemenangan, hingga bincang penutup untuk tidak pesimis.   
Ketika merencanakan untuk menang, apa yang kamu lakukan ketika muncul pengandaian kalah?
Siap menang siap kalah
Siap diterima siap ditolak
Bukan potret buram. Hanya antisipasi. Apapun itu hidup terus berlanjut.
22.58
Obrolan yang tak kunjung padam di Halimun-Guntur, 1 Juni 2014.