Selasa, 17 Juni 2014

Menjadi Diri Sendiri



MENAPAK kelas 2 SMP, rasa percaya diri setidaknya meningkat. Apalagi ketika kelas 2 saya berada di kelas dengan teman-teman yang sebagian besar merupakan anak-anak pandai. Di satu sisi kepercayaan diri berkomunikasi dengan orang lain sudah bisa saya atasi, yang belum bisa selesaikan itu kepercayaan diri ngomong suka terhadap seorang cewek temen sekelas, jiahhhhh....

Satu hal yang saya pahami untuk membangun kepercayaan diri  tersebut adalah menjadi diri sendiri. Tanpa harus menjadi orang lain. Lebih baik menertawakan diri sendiri di depan orang lain. Iya teman-teman sering mengajak saya dalam sebuah aktivitas karena saya lucu, suka bergurau, pokoknya kalau Agung ikut pasti ramai. Kemana-mana selalu bawa tas punggung. Tas penuh dosa, begitu teman-teman bilang. Karena di tas itulah saya atau kawan-kawan biasanya menyembunyikan snack. 

“Siapa yang belum dapat snack?”

Saya ngacung, padahal teman-teman tahu dan sebagian mereka juga memasukan ke dalam tas saya. Ya..karena kekonyolan saya itu seorang teman sampai menulis di sebuah tiang taman nama agung pw ditulis agung pituk, pao, pekok tur wagu (kata-kata yang bersinonim pada arti kata bodoh).  Bagi saya itu tidak menjadi masalah. Ada perasaan senang justru, saya menjadi bagian dari kegembiraan mereka.

Namun di sisi lain, di pergaulan yang berbeda, saya menunjukan diri sebagai orang yang cool. Tidak banyak bicara, lebih banyak mengamati. Bahkan mereka tidak percaya saya bisa bercanda. Itu juga saya nikmati.
Tamparan-tamparan yang menguji kepercayaan diri bukannya tidak ada. Selalu ada. Namun setiap saat itupula saya memotivasi diri sendiri, bahwa ketika orang lain bisa maka saya juga pasti bisa. Ada banyak hal yang bisa diceritakan sebenarnya , namun satu pesan hari ini adalah menjadi diri sendiri. Tidak peduli kamu ditertawakan oleh orang lain, jangan lembek.  

Saya teringat ketika SMA, adik saya masuk di SMP di tempat dulu saya bersekolah. Adik perempuan ini sangat periang. Satu hal yang membuat saya sangat salut ke dia adalah ketika saya membaca sebuah buku tulis yang berisi setidaknya dua pertanyaan pokok yang ia edarkan ke teman sekelas. Pertanyaan itu, Apa yang kamu suka dari aku? Dan Apa yang kalian tidak suka dari sikapku.

Luar biasa! Pertanyaan reflektif itu ia edarkan ke teman-temannya untuk mengetahui bagaimana sikap kawan-kawan padanya. Ia refleksikan kelebihan dan kekurangannya untuk menjadi seorang anak yang lebih baik lagi. Tidak heran kalau selepas SMA dia masuk di jurusan psikologi.  

Menjadi diri sendiri bukannya membabi buta melakukan apapun tanpa mengetahui padangan orang lain. Menjadi diri sendiri bagi saya adalah mengenal kelemahan dan kelebihan. 

Ini foto kalau tidak kelas 2 SMP ya kelas 3. Sebagian teman-teman yang ada di foto ini merupakan teman yang satu kelas dari kelas 1-3. Miss u guys..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar