MENAPAK kelas 2 SMP, rasa percaya diri setidaknya meningkat.
Apalagi ketika kelas 2 saya berada di kelas dengan teman-teman yang sebagian
besar merupakan anak-anak pandai. Di satu sisi kepercayaan diri berkomunikasi
dengan orang lain sudah bisa saya atasi, yang belum bisa selesaikan itu
kepercayaan diri ngomong suka terhadap seorang cewek temen sekelas,
jiahhhhh....
Satu hal yang saya pahami untuk membangun kepercayaan
diri tersebut adalah menjadi diri
sendiri. Tanpa harus menjadi orang lain. Lebih baik menertawakan diri sendiri
di depan orang lain. Iya teman-teman sering mengajak saya dalam sebuah
aktivitas karena saya lucu, suka bergurau, pokoknya kalau Agung ikut pasti
ramai. Kemana-mana selalu bawa tas punggung. Tas penuh dosa, begitu teman-teman
bilang. Karena di tas itulah saya atau kawan-kawan biasanya menyembunyikan
snack.
“Siapa yang belum dapat snack?”
Saya ngacung,
padahal teman-teman tahu dan sebagian mereka juga memasukan ke dalam tas saya. Ya..karena
kekonyolan saya itu seorang teman sampai menulis di sebuah tiang taman nama
agung pw ditulis agung pituk, pao, pekok
tur wagu (kata-kata yang bersinonim pada
arti kata bodoh). Bagi saya itu tidak
menjadi masalah. Ada perasaan senang justru, saya menjadi bagian dari
kegembiraan mereka.
Namun di sisi lain, di pergaulan yang berbeda, saya
menunjukan diri sebagai orang yang cool.
Tidak banyak bicara, lebih banyak mengamati. Bahkan mereka tidak percaya saya
bisa bercanda. Itu juga saya nikmati.
Tamparan-tamparan yang menguji kepercayaan diri bukannya
tidak ada. Selalu ada. Namun setiap saat itupula saya memotivasi diri sendiri,
bahwa ketika orang lain bisa maka saya juga pasti bisa. Ada banyak hal yang
bisa diceritakan sebenarnya , namun satu pesan hari ini adalah menjadi diri
sendiri. Tidak peduli kamu ditertawakan oleh orang lain, jangan lembek.
Saya teringat ketika SMA, adik saya masuk di SMP di tempat
dulu saya bersekolah. Adik perempuan ini sangat periang. Satu hal yang membuat
saya sangat salut ke dia adalah ketika saya membaca sebuah buku tulis yang
berisi setidaknya dua pertanyaan pokok yang ia edarkan ke teman sekelas.
Pertanyaan itu, Apa yang kamu suka dari aku? Dan Apa yang kalian tidak suka
dari sikapku.
Luar biasa! Pertanyaan reflektif itu ia edarkan ke
teman-temannya untuk mengetahui bagaimana sikap kawan-kawan padanya. Ia
refleksikan kelebihan dan kekurangannya untuk menjadi seorang anak yang lebih
baik lagi. Tidak heran kalau selepas SMA dia masuk di jurusan psikologi.
Menjadi diri sendiri bukannya membabi buta melakukan apapun
tanpa mengetahui padangan orang lain. Menjadi diri sendiri bagi saya adalah
mengenal kelemahan dan kelebihan.
Ini foto kalau tidak kelas 2 SMP ya kelas 3. Sebagian
teman-teman yang ada di foto ini merupakan teman yang satu kelas dari kelas
1-3. Miss u guys..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar