Senin, 23 Juni 2014

Oleh-oleh dari Ibu



“...Tak bawain pepes welut, grameh goreng, ayam goreng, telur asin, sale (pisang) dikit,” SMS ibu masuk pagi tadi. Selalu seperti itu ketika bapak atau ibu akan berkunjung. Hari ini bapak akan ke rumah simbah putri di daerah Minggir Sleman, tujuannya untuk meminta doa karena bulan depan kemungkinan adik bungsuku akan melahirkan. Di sela itu, bapak ingin mampir nengok anak lanang si ngganteng dewe.
 
Sejak melanjutkan sekolah menengan pertama di Kutoarjo, Purworejo, ibu terutama, tidak pernah lupa untuk membawa makanan buatannya. Teman-teman sampai hapal ketika saya pulang kampung atau orangtua saya datang, maka dipastikan membawa keripik tempe, sale pisang. Kalau libur lebarang jajanan yang saya bawa lebih komplit karena hasil dari THR, Turahan Hari Raya. Dari jenis kue saja sudah banyak macamnya seperti  sagon, kue satu, unthuk cacing, tape ketan, rengginang, grobi, dan lain sebagainya .

Ibu akan selalu menanyakan ingin dibawakan apa. Khusus untuk belut, asal sawah sedang ada airnya tidak dimintapun beliau bawa. Dulu ketika SMP dan SMA selain makanan matang, biasanya ibu selalu membawa beras.

Paling repot adalah ketika oleh-oleh itu diberikan saat kami akan kembali ke perantauan. Segala macam kebutuhan pokok disiapkan, beras, telo, aneka macam sayuran termasuk pete. Bahkan sempat ketika masa kuliah, saya diminta membawa laos karena baru saja panen.   Alasan bapak/ibu semua itu adalah hasil kebun sendiri, tak perlu beli. Bayangkan saja, ketika kami, saya dan dua adik akan kembali maka kami bertiga bagi tugas, siapa yang membawa beras, siapa yang membawa apa.

Namun serepot apapun, sebisa mungkin semua oleh-oleh itu kami bawa. Pertimbangan pertama adalah melihat kebahagiaan orangtua kami, bapak ibu. Mereka mungkin tidak bisa memberikan uang saku yang banyak, tapi hasil kebun atau makanan yang dibuat oleh tangan mereka bagi kami adalah doa. Doa agar kami tetap sehat, tak kekurangan makanan. Kebahagiaan kedua adalah, kami akan melihat senyum gembira dari kawan-kawan karena mendapat bagian, seperti kalian.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar